Selasa, 24 Juli 2018
PPK BERBASIS BUDAYA SEKOLAH
Budaya/kultur sekolah adalah tradisi sekolah yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan spirit dan nilai-nilai yang dianut sekolah. Tradisi ini mewarnai kualitas kehidupan sebuah sekolah, termasuk kualitas lingkungan, kualitas interaksi, dan kualitas suasana akademik. Terbentuknya budaya sekolah yang baik dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, terutama dalam mengubah perilaku peserta didik. Faktor-faktor pembiasaan budaya sekolah melibatkan nilai moral, sikap dan perilaku siswa, komponen yang ada di sekolah, dan aturan/tata tertib sekolah.
“Culture is the sum of the attitudes, values, goals, and practices that characterize a group. In particular, the culture of a school is seen and heard every day in the way individuals—school administrators, teachers, students, and parents—speak to, interact with, and even think about one another. Culture permeates every aspect of the school. It is not just seen and heard—it is felt.” (DePorter & Reardon, 2013:9)
Penguatan Pendidikan karakter berbasis budaya sekolah merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung praksis Pendidikan Karakter mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah.
Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah termasuk di dalamnya keseluruhan tata kelola sekolah, desain Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah.
Penguatan Pendidikan Karakter berbasis budaya sekolah berfokus pada pembiasaan dan pembentukan budaya yang merepresentasikan nilai-nilai utama Pendidikan Karakter yang menjadi prioritas satuan pendidikan. Pembiasaan ini diintegrasikan dalam keseluruhan kegiatan di sekolah yang tercermin dari suasana dan lingkungan sekolah yang kondusif.
Penerapan penguatan pendidikan karakter akan berjalan dengan baik bila kepala sekolah sebagai pemimpin mampu menjadi pemimpin yang dapat dipercaya dan visioner. Menjadi orang yang dapat dipercaya berarti Kepala Sekolah merupakan sosok berintegritas, mampu menjadi manajer yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pembentukan karakter. Visioner berarti kepala sekolah memiliki visi jauh ke depan tentang kekhasan, keunikan, dan kualitas sekolah (schoolbranding) yang akan ia bangun
5 PPK
1. Religiositas
Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan.
Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.
2. Nasionalisme
Nilai karakter nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.
3. Kemandirian
Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.
Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
4. Gotong Royong
Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan.
Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.
5. Integritas
Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran.
Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas). Kelima nilai utama karakter bukanlah nilai yang berdiri dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain, yang berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Dari nilai utama manapun pendidikan karakter dimulai, individu dan sekolah perlu mengembangkan nilai-nilai utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal. Nilai religius sebagai cerminan dari iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan secara utuh dalam bentuk ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing dan dalam bentuk kehidupan antarmanusia sebagai kelompok, masyarakat, maupun bangsa. Dalam kehidupan sebagai masyarakat dan bangsa nilai-nilai religius dimaksud melandasi dan melebur di dalam nilai-nilai utama nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Demikian pula jika nilai utama nasionalis dipakai sebagai titik awal penanaman nilai-nilai karakter, nilai ini harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang tumbuh bersama nilai-nilai lainnya.
Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan.
Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.
2. Nasionalisme
Nilai karakter nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.
3. Kemandirian
Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.
Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
4. Gotong Royong
Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan.
Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.
5. Integritas
Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran.
Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas). Kelima nilai utama karakter bukanlah nilai yang berdiri dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain, yang berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Dari nilai utama manapun pendidikan karakter dimulai, individu dan sekolah perlu mengembangkan nilai-nilai utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal. Nilai religius sebagai cerminan dari iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan secara utuh dalam bentuk ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing dan dalam bentuk kehidupan antarmanusia sebagai kelompok, masyarakat, maupun bangsa. Dalam kehidupan sebagai masyarakat dan bangsa nilai-nilai religius dimaksud melandasi dan melebur di dalam nilai-nilai utama nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Demikian pula jika nilai utama nasionalis dipakai sebagai titik awal penanaman nilai-nilai karakter, nilai ini harus dikembangkan berdasarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang tumbuh bersama nilai-nilai lainnya.
Senin, 02 April 2018
Jurnal Bimbingan
Jurnal
Pembimbing Supervisor 2 PKP
NIM/Nama
Mahasiswa : ………………………………….
Mengajar
di Kelas : V (Lima)
Sekolah : Sekolah
Dasar Negeri ……………………..
|
No.
|
Hari/tanggal
|
Kegiatan*
|
Hasil/Komentar
|
Tidak
Lanjut
|
Paraf
|
|
|
Mhs.
|
Sup.2
|
|||||
|
1.
|
Kamis,24
April 2014
|
Mendiskusikan
hasil observasi awal atau pembelajaran pra siklus dirumah supervisor 2
(permasalahan yang meneyebabkan prestasi belajar menurun dan menentukan
alternatife masalah)
|
karakteristik
siswa harus diperhatiakan sebelum penyampaian materi dan cara untuk
meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi
(misal dengan menggunakan alat peraga)
|
Perhatikan
karateristik siswa sebelum melaksanakan pembelajaran dan menentukan cara
untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi.
|
|
|
|
2.
|
Jumat,
25 April 2014
|
Mendiskusikan
RPP perbaikan siklus I mata pelajaran Ilmu Pengetahuan alam
|
-
Media pembelajaran yang
digunakan harus disesuaikan dengan
materi
|
Gunakan
media pembelajaran berupa alat peraga gambar.
|
|
|
|
3.
|
Sabtu,26
April 2014
|
Mengamati
pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPA siklus I
|
-
Siswa terlihat bersemangat dalam
mengikuti pembelajaran
-
Alat peraga yang digunakan mampu
membuat siswa memperhatikan penjelasan materi.
-
Guru dalam penyampaian materi
masih terkesan hati-hati
-
Masih ada bebrapa siswa yang
ngobrol dengan teman sebangku.
|
-
Perdalam kemampuan dalam
penyampaian materi supaya tidak terkesan hati-hati dan kaku
|
|
|
|
4.
|
Kamis,01
Mei 2014
|
Mendiskusikan
refleksi pembelajaran pada siklus I (mendsikusikan permaslahan yang terjadi
yaitu masih ada beberapa anak yang ngobrol)
|
-
Alat peraga yang digunakan kurang
berfariasi.
-
Kemampauan Mengajara perlu
ditingkatkan.
|
-
Tingkatkan kemampuan dalam
mengajar.
-
Gunakan alat peraga yang
berfariasi
|
|
|
|
5.
|
Jumat,02
Mei 2014
|
Mendiskusikan
RPP perbaikan siklus II . mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
|
-
Alat peraga yang digunakan perlu
ditambah.
-
Alat evaluasi harus disesuaikan
dengan indikator yang akan dicapai.
|
-
Tambah alat peraga yang digunakan
(gambar dan miniature dari materi yang dibahas)
-
Perbaiki alat evaluasi yang akan
digunakan.
|
|
|
|
6.
|
Senin,05
Mei 2014
|
Mengamati
pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam
|
-
siswa terlibat aktif dalam
pembahasan materi.
-
Guru lebih percaya diri dalam
penyampaian materi.
-
Siswa lebih bersemangat dalam
diskusi dengan alat peraga.
-
Guru kurang dapat menggunakan
waktu sebaik mungkin.
-
Siswa lebih tenang dalam
menyelesaikan soal
|
-
Gunakan waktu sebaik mungkin dan tingkatkan pengolahan
|
|
|
|
7.
|
Selasa,06
Mei 2014
|
Mendiskusikan refleksi perbaikan pembelajaran siklus II
(Memaksimalkan kegiatan belajar mengajar
|
-
Pengelolaan kelas perlu
ditingkatkan.
-
Anak yang memiliki kemampuan
rendah perlu diperhatikan
|
-
Tingkatkan pengelolaan kelas.
-
Perhatikan setiap siswa yang
memiliki pemahaman rendah lakukan pendekatan terhadap anak tersebut
|
|
|
|
8.
|
Kamis,
08 Mei 2014
|
Mendiskusikan
RPP perbaikan siklus III mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
|
-
Alat peraga yang digunkan perlu
ditambah.
|
-
Tambah alat peraga yang digunakan
dan gunakan waktu sebaik mungkin
|
|
|
|
9.
|
Sabtu,09
Mei 2014
|
Mengamati
pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus III mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
|
-
Siswa lebih terlibat aktif dalam pembelajaran.
-
Siswa lebih bersemangat dalam
mendiskusikan materi.
-
Tidak ada lagi siswa yang ngobrol
sendiri.
-
Guru lebih memahami situasi kelas
dan dapat menggunakan waktu sebaik mungkin
|
-
Gunakan kemampuan dan potensi
yang untuk meningkatkan hasil pembelajaran pada mata pelajaran yang lain.
|
|
|
|
10.
|
Senin,12
Mei 214
|
Mendiskusikan
hasil observasi dan refleksi pembalajaran siklus III
|
-
Perbaikan pembelajran yang
dilakukan sudah sesuai dengan apa yang direncanakan dan hasil yang dicapai
sesuai dengan yang diharapkan.
|
-
Tingkatkan kemampuan yang ada dan
asah keterampilan dalam mengajar untuk
meningkatkan pembelajaran yang baik.
|
|
|
Mengetahui,
………………………., ……………..
Supervisor 1, Supervisor
2,
………………….. ……………………….
NIP. ………………….. NIP. ………………… RPP SIKLUS III
RENCANA PELAKSANAAN PERBAIKAN
PEMBELAJARAN (RPP
PERBAIKAN) SIKLUS III
Satuan
Pendidikan : …………………………….
Mata
pelajaran/Tema : Ilmu
Pengetahuan Alam
Kelas/Semester
: V/ II (DUA)
AlokasiWaktu : 2 x 35 menit
I.
Standar
kompetensi
-
Memahami perubahan kenampakan permukaan
bumi dan benda langit.
II.
Kompetensi
Dasar
-
Mendeskripsikan proses pembentukan bumi
dan struktur bumi
III.
Indikator
-
Mengindentifikasi proses terjadinya bumi
-
Mendeskripsikan bagian-bagian bumi
IV.
Tujuan
Pembelajaran
-
Murid dapat menyebutkan dengan benar
proses pembentukan bumi
-
Murid dapat menyebutkan dengan benar
bagianp-bagian bumi
V.
Tujuan Perbaikan Pembelajaran
-
Meningkatkan pemahaman dan prestasi
belajar siswa materi proses pembentukan bumi dan struktur bumi melalui
penggunaan alat peraga.
VI.
Materi
Ajar
-
Proses terjadinya bumi dan susunan bumi
VII.
Metode
Pembelajaran
-
Ceramah,
eksperimen , dan penugasan
VIII.
Langkah-langkah
Pembelajaran
a.
Kegiatan
Awal:
-
Mengajak semua siswa untuk berdoa
bersama untuk mengawali pelajaran
-
Apresiasi dan motifasi
-
Mengajukan pertanyaan tentang materi
yang sudah atau akan di sampaikan
-
Mempersiapkan media yang digunakan.
b. Kegiatan Inti:
-
Dengan bantuan siswa guru menyiapkan bahan atau
alat peraga yang akan digunakan.
-
Guru bertanya tentang materi yang telah
disampaikan pada pertemuan sebelumnya untuk mengetahui kesiapan siswa dalam
menerima materi.
-
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu
setelah pembelajaran siswa dapat menyebutkan dan memahami proses pembentukan
bumi dan struktur bumi.
-
Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari
dan menyampaikan manfaat konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
-
Guru membagi siswa menjadi lima kelompok secara
heterogen.
-
Masing-masing kelompok diminta untuk
mengidentifikasi pembentukan bumi dan struktur bumi berdasarkan gambar
,miniatur lapisan-lapisan bumi , dan model tanah penyusun lapisan bumi yang
telah disiapkan.
-
Dengan bimbingan guru siswa berdiskusi
mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi.
-
Guru meminta siswa untuk menjelaskan proses
terjadinya bumi dan susunan bumi berdasarkan hasil kelompoknya.
- Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
bertanya.
-
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
meluruskan kesalahan, memebri penguatan , dan penyimpulan.
c. Kegiatan akhir:
-
Guru melakukan evaluasi pembelajaran untuk
mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
-
Setelah selesai soal dikumpulkan kembali dan
guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran
-
Guru mengakhiri proses pembelajaran dengan
membawa hasil belajar dari siswa.
-
Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa
bersama-sama.
IX.
Alat/Bahan/Sumber
Belajar
-
Buku IPA kelas V
-
Guku referensi/perpustakaan
-
Pengalaman guru
- Alat perga (gambar)
X.
Penilaian
Evaluasi
dilakukan selama proses pembelajaran melalui tanya jawab lisan, dan pada akhir
pelajaran.
-
Instrument/Soal
Selesaikan
soal – soal dibawah ini dengan benar !
1.
Para ilmuan perpendapat bahwa bumi
terbentuk dari awan. Lalu mengapa bumi yang kita huni tersusun atas batuan ?
2.
Sebutkan lapisan-lapisan penyusun
atmosfer ?
3.
Sebutkan lapisan-lapisan pembentuk struktur
bumi ?
4.
Lapisan atmosfer yang yang dapat dicapai
oleh balon cuaca dan beberapa pesawat terbang adalah?
5.
Lapisan bumi yang paling tipis dan
merupakan tempat makhluk hidup tinggal disebut ?
6.
Pada lapisan termosfer sering terjadi efek
cahaya yang menyebabkan warna langit berwarna warni. Efek cahaya tersebut
disebut ?
7.
Sebutkan bahan peyusun pusat bumi ?
8.

Lapisan ini memiliki
ketebalan mencapai 2.900 kilometer, terdiri atas magma kental bersuhu
1.400 C-2.500 C. ciri-ciri lapisan apakah itu ?
9.
Disaat batuan luar angkasa menerobos
bumi, batuan tersebut habis terbakar disaat menuju bumi dan habis sebelum
mecapai bumi. Mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
10. Bumi
kita terdiri atas beberapa lapisan. Makhluk hidup menempati salah satu lapisan
tersebut. Di lapisan mana makhluk hidup tinggal
? mengapa ?
Kunci jawaban
1.
Karena adanya daya tarik bumi yang
semakin banyak mengumpulkan gas dan debu sehingga semakin lama semaik padat.
2.
Troposfer, stratosfer, mesosfer,termosfer,eksosfer
3.
Kerak, selubung atau mantel, dan inti
4.
Lapisan stratosfer
5.
kerak
6.
Aurora
7.
Inti luar ( besi,nikel,dan oksigen) dan inti dalam (besi, dan nikel
padat)
8.
Selubung atau mantel
9.
Karena bumi dilindung oleh atmosfer.
Yang menyebabkan batuan terbakar dan habis sebelum sampai dibumi.
10. Kerak
bumi, karena pada lapisan ini terdapat gas yang diperlukan makhluk hidup.
Catatan : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor
maksimal ) x 100
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat KKM maka diadakan
Remedial.
Mengetahui
……………………………………..
Kepala SDN……………….
Guru
kelas V
………………………. …………………………………
NIP……………………….. NIP.-
Lembar
kerja siswa Siklus III
Nama
:……………………..
Kelas
:……………………..
Mata
pelajaran :……………………..
Jawablah
pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar !
1.
Para ilmuan perpendapat bahwa bumi
terbentuk dari awan. Lalu mengapa bumi yang kita huni tersusun atas batuan ?
2.
Sebutkan lapisan-lapisan penyusun
atmosfer ?
3.
Sebutkan lapisan-lapisan pembentuk
struktur bumi ?
4.
Lapisan atmosfer yang yang dapat dicapai
oleh balon cuaca dan beberapa pesawat terbang adalah?
5.
Lapisan bumi yang paling tipis dan
merupakan tempat makhluk hidup tinggal disebut ?
6.
Pada lapisan termosfer sering terjadi efek
cahaya yang menyebabkan warna langit berwarna warni. Efek cahaya tersebut
disebut ?
7.
Sebutkan bahan peyusun pusat bumi ?
8.

Lapisan ini memiliki
ketebalan mencapai 2.900 kilometer, terdiri atas magma kental bersuhu
1.400 C-2.500 C. ciri-ciri lapisan apakah itu ?
9.
Disaat batuan luar angkasa menerobos
bumi, batuan tersebut habis terbakar disaat menuju bumi dan habis sebelum
mecapai bumi. Mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
10. Bumi
kita terdiri atas beberapa lapisan. Makhluk hidup menempati salah satu lapisan
tersebut. Di lapisan mana makhluk hidup tinggal
? mengapa ?
Jawaban.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Langganan:
Postingan (Atom)





