Minggu, 23 Desember 2012

Masalah siswa si sekolah dasar

JENIS MASALAH SISWA DI SEKOLAH DASAR
A.  Pengertian Masalah
Masalah merupakan sesuatu atau persoalan yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Ini merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Masalah yang menimpa seseorang bila dibiarkan berkembang dan tidak segera dipecahkan dapat mengganggu kehidupan, baik dirinya sendiri maupun orang lain.

B.  Ciri-ciri Masalah
Sebuah masalah mempunyai ciri-ciri, Prayitno (1985) mengemukakan ciri-ciri masalah ialah:
  1. Masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya.
  2. Menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri atau bagi orang lain.
  3. Ingin (perlu) dihilangkan.

Setiap masalah yang dialami seseorang biasanya mengandung satu atau lebih ciri diatas. Suatu masalah dapat juga terjadi pada diri sendiri. Suatu hal, kejadian suasana atau gejala yang tidak disukai adanya, yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain, dan ingin dihilangkan.
Maka dengan itu, suatu masalah dapat terjadi pada siapa saja, termasuk murid sekolah dasar. Masalah itu perlu diupayakan penanggulangannya agar menjadi sesuai dengan apa yang diharapkan dengan baik.

C.  Jenis-jenis Masalah Siswa di Sekolah Dasar
Sikap dan perilaku anak-anak yang menyimpang karena adanya suatu masalah dapat juga mengganggu tugas-tugas perkembangan anak pada fase berikutnya yaitu fase masa puber dan sebagai akibatnya, anak akan mengalami gangguan dalam menjalani kehidupan.
Jenis-jenis masalah yang dialami murid sekolah dasar bisa bermacam-macam. Prayitno (1985) menyusun serangkaian masalah murid sekolah dasar. Masalah-masalah itu diklarifikasikan atas:
  1. kemampuan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.
  2. ketercepatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki IQ 130 atau lebih tetapi masih memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajar yang amat tinggi itu.
  3. sangat lambat dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan pendidikan atau pengajaran khusus.
  4. kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang kurang bersemangat dalam belajar mereka seolah-olah tampak jera dan malas.
  5. bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi siswa yang perbuatan dan kegiatan belajarnya sehari-hari antagonistic dengan yang seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahuinya dan sebagainya.

D.  Masalah Gangguan Sosial Emosional Siswa
Adapun masalah-masalah siswa yang umumnya ditemukan dalam proses belajar, yaitu masalah gangguan sosial emosional, berikut beberapa contoh gangguan sosial emosional yang nampak di kelas yaitu :
  1. Anak hiperaktif, anak seperti ini cenderung tidak bisa duduk diam. Ia cenderung bergerak terus-menerus, kadang suka berlarian, suka melompat-lompat, bahkan berteriak-teriak di kelas. Anak ini sulit untuk dikontrol. Ia melakukan aktivitas sesuai dengan kemauannya sendiri. Ia pun suka mengganggu temannya bahkan gurunya.
  2. Distractibility child adalah anak yang cenderung cepat bosan. Ia sering kali mengalihkan perhatiannya ke berbagai objek lain di kelas. Anak ini mudah dipengaruhi, namun tidak dapat memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang berlangsung di kelas.
  3. Poor self concept anak yang cenderung pendiam di kelas, pasif, atau sangat perasa sehingga mudah tersinggung. Karakteristik anak seperti ini cenderung tidak berani bertanya atau menjawab, serta merasa dirinya tidak mampu. Karena itu, ia cenderung kurang berani bergaul serta suka menyendiri.
  4. Anak impulsif. adalah anak yang cepat bereaksi setiap guru memberi pertanyaan di kelas.Namun, jawaban yang diberikan sering kali tidak menunjukkan kemampuan berpikir yang logis. Anak seperti ini ingin menunjukkan bahwa ia adalah anak yang pandai, padahal cara anak itu menjawab justru mencerminkan ketidakmampuannya.
  5. Anak destructive behavior siswa yang suka merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Sikap agresif yang negatif dalam bentuk membanting dan melempar menunjukkan bahwa anak ini adalah anak yang bermasalah (trouble maker). Anak seperti ini cepat tersinggung. Ia bertempramen tinggi, yang mengarah kepada perilaku agresif.
  6. Distruptive behavior adalah anak yang sering mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak sopan. Dengan nada mengejek, anak ini cenderung menentang guru. Sumpah serapah berupa kata-kata kasar yang tidak sopan kerap terlontar.
  7. Dependency child anak yang selalu bergantung pada orang tuanya. Anak seperti ini sering merasa takut dan tidak mampu untuk berani melakukannya sendiri. Ia sangat bergantung pada orang disekitarnya. Sikap orang tua yang terlalu over protective atau sangat melindungi membuat anak sangat tergantung.
  8. Withdrawl, yaitu anak yang mempunyai sosial ekonomi yang sangat rendah, sehingga merasa dirinya bodoh dan enggan untuk mencoba membuat tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena dirinya merasa tidak mampu.
  9. Learning disability adalah anak-anak yang tidak memiliki kemampuan mental yang setara dengan anak-anak yang sebaya. Anak seperti ini sulit untuk menganalisis, menangkap isi mata pelajaran, dan mengaplikasikan apa yang dipelajari.
  10. Learning disorder adalah anak yang mempunyai cacat bawaan baik kerusakan fisik maupun syaraf. Anak seperti ini cenderung sulit untuk belajar secara normal seperti anak-anak yang sebaya. Anak seperti ini membutuhkan penanganan para ahli yang dilakukan oleh lembaga-lembaga khusus, seperti anak yang menderita Autism Sectrum Disorder/ASD).
  11. Underachiever, yaitu anak yang mempunyai potensi intelektual di atas rata-rata, namun prestasi akademiknya di kelas sangat rendah. Semangat belajarnya juga sangat rendah. Anak seperti ini sering menyepelekan tugas-tugas yang diberikan, dan PR sering dilupakan.
  12. Overachiever adalah anak yang mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi, ia merespon dengan cara cepat. Anak seperti ini tidak bisa menerima kegagalan. Ia tidak mudah menerima kritikkan dari siapapun termasuk gurunya.
  13. Slow learner adalah anak yang sulit menangkap pelajaran di kelas dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menjawab dan mengerjakan tugas-tugasnya.
  14. Social interseption child adalah anak yang kurang peka dan tidak perduli terhadap lingkungannya. Anak ini kurang tanggap dalam membaca ekspresi dan sulit bergaul dengan teman-teman yang ada di kelas.

E.  Mengatasi Masalah Gangguan Sosial Emosional Siswa
Cara yang paling efektif dalam mengatasi masalah-masalah emosional dan perilaku di kelas adalah dengan mencegah terjadinya masalah ini. Sementara tidak semua masalah emosional dan perilaku dapat dicegah, suatu pendekatan proaktif jauh lebih efekif dibanding dengan cara yang semata-mata hanya merespon terhadap masalah. Cara ini juga memberikan hubungan komunikasi yang saling memuaskan yang mungkin sebelumnya diterima dengan lebih negatif oleh siswa maupun guru.
Beberapa cara yang mungkin dapat meningkatkan perilaku positif siswa :
  1. Memberikan penjelasan dan harapan-harapan pada emosi dan perilaku siswa yang diinginkan sejelas mungkin bagi mereka.
  2. Menunjukkan dan memberi penjelasan pada siswa terhadap hal-hal yang negatif dan tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa.
  3. Memerikan perhatian dan pengakuan kepada siswa atas sifat-sifat dan prestasi yang positif untuk dinyatakan pada siswa setiap hari.
  4. Memberikan contoh sikap, kebiasaan kerja dan hubungan interaksi dan komunikasi yang positif.
  5. Selalu memberikan motivasi-motivasi positif kepada siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
  6. Mempersiapkan pola pengajaran dan memberikan kurikulum yang tersusun dengan baik, dan cara penyampaian yang efektif, kreatif, yang dapat menjadikan siswa aktif.
  7. Memberikan bimbingan belajar khusus pada siswa yang memang memerlukan.
Tujuan bimbingan belajar ini antara lain :
  1. Pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik, terutama dalam mengerjakan tugas dalam ketrampilan serta dalam bersikap terhadap guru.
  2. Menumbuhkan disiplin belajar dan terlatih, baik secara mandiri atau kelompok.
  3. Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya di lingkungan sekolah atau alam sekitar untuk pengembangan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan pribadi.
Maka dengan hal-hal tersebut diharapkan siswa dapat memahami dan dapat mengontrol segala tindakan emosi dan tingkah lakunya di sekolah juga di lingkungan kehidupan bermasyarakat.

PTS supervisi klinis sumadi



LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
(PTS)

EFEKTIFITAS SUPERVISI KLINIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI
GURU DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 2 BRAJA LUHUR KECAMATAN
 BRAJA SELEBAH   SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2010/2011















OLEH:
SUMADI, S.Pd
NIP 19610429 198010 1 001

 




SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BRAJA LUHUR
KECAMATAN BRAJA SELEBAH
KABUPATEN LAMPUNG TIMUR






LEMBAR PENGESHAN


Dengan ini Koordinator Pengawas Kabupaten Lampung Timur  mengesahkan Penelitian Tindakan Sekolah, saudara :
Nama                                       :  SUMADI,S.Pd.
N I P                                       :  19610420 198010 1 001
Pangkat / Golongan Ruang     :  Pembina TK 1/ IV B
Pekerjaan                                 :  Pengawas TK/SD
Unit Kerja                               :  Dinas Dikpora Kabupaten Lampung Timur

Judul PTS                                :

EFEKTIFITAS SUPERVISI KLINIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN PEMBELAJRAN DI SD NEGERI 2 BRAJA LUHUR KECAMATAN BRAJA SELEBAH SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Demikianlah pengesahan ini diberikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
                        Sukadana, 10 Mei 2010
                                                                        Koordinator Pengaas




                                                            Drs.Hi. MUJADI
                                                                          NIP.19530103 197203 1 001








ABSTRAK
Efektifitas Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam
Menyusun Administrasi  dan Pengelolaan Pembelajaran Di SD Negeri 2
Braja Luhur Kecamatan Braja Selebah Semester Genap
Tahun Pelajaran 2010/2011

Oleh

Sumadi,S.Pd

            Tujuan dari penelitian ini adalah meningktakan kemampuan guru dalam menyusun Aministrasi dan mengelola pembelajaran.di SD Negeri 2 Braja Luhur Kecamatan Braja Selebah Semester Genap tahun Pelajaran 2010/2011
Penelitian ii dilaksanakan selama dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Jika dari hasil tindakan siklus I belum memenuhi, maka dilakukan tindakan siklus II.
            Tehnik pengumpulan data dalam penelitian tindakan sekolah ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Instrumen yang digunakan adalah instrument yang disepakati antara guru dan pengawas sekolah selaku peneliti.           Tehnik analisa data dengan menggunakan rumusan sistematis yaitu analisis deskritif dan  iduktif.
            Berdasarkan hasil refleksi selama dua siklus terjadi perbedaan yakni permaslahan yang dihadapi oleh guru  yang berkaitan dengan persiapan administrasi pembelajaran sudah teratasi. Penyusunan RPP Inovatif , keterampilan proses, pembelajaran, merupakan solusi kompetensi  guru dalam menghadapi kendala  yang dihadapi. Dengan demikian, supervisi klinis  yang terprogram akan meningkatkan  kompetensi guru secara profesional.








KATA PENGANTAR

Penulis senantiasa mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa , yang memberikan kesehatan  lahir batin kepada penulis, sehingga berhasil menyusun  Penelitian Tindakan Seklolah dengan judul: EFEKTIFITAS SUPERVISI KLINIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN PEMBELAJRAN DI SD NEGERI 2 BRAJA LUHUR KECAMATAN BRAJA SELEBAH SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Selama proses penyusunan  penelitian tindakan sekolah,  penulis dibantu berbagai pihak baik moral maupun spiritual yang disampaikan baik langsung maupun tidak langsung, secara khusus  dan disertai  hati yang tulus.  Penulis menyampikan ucapan terima kasih  kepada:

1.  Kepala SD Negeri 2 Braja Luhur yang telah memberikan izin dalam penelitian ini
2.  Dewan guru SD Negeri 2 Braja Luhur.  Yang selalu pro aktif dalam pelaksanaan
     Penelitian ini.

Semoga PTS ini dapat bermanfaat untuk kita semua,  khususnya bagi penulis.


Penulis










DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i
Halaman Pengesahan........................................................................................ ii
Abstrak ………………………………………………………………………iii
Kata Pengantar………………………………………………………………  iv
Daftar Isi.......................................................................................................... v
Daftar Tabel...................................................................................................... vii
           
BAB I PENDAHULULUAN
A.  Latar belakang Masalah........................................................................ 1
B.  Identifikasi Masalah.............................................................................. 3
C.  Pembahasan Masalah............................................................................ 3
D.  Rumusan Masalah................................................................................. 4
E.  Tujuan Penelitian................................................................................... 4
F.  Kegunaan Penelitian.............................................................................. 5
G.  Definisi Istilah...................................................................................... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.  Deskripsi............................................................................................... 6
B.  Kajian Teori dan Hasil Penelitian.......................................................... 6
C. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.41 tahun 2007 ………….14
D. RPP Inovatif ………………………………………………………….15
E. Pendapat Penulis ……………………………………………………..17
F. Andragogi ……………………………………………………………..18


BAB III  METODOLOGI PENELITIAN
A.  Lokasi dan Waktu Penelitian................................................................ 19
B.  Tahapan Penelitian Tindakan............................................................... 20
C.  Subjek Penelitian.................................................................................. 21
D.  Tindakan.............................................................................................. 21
E.  Teknik Pengumpulan Data................................................................... 22
F.  Instrumen Penelitian............................................................................. 22
G.  Teknik Analisis Data............................................................................ 22


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.  Kondisi Sekolah ……………………………………………………...24
B.  Hasil Penelitian ………………………………………………………24
         Siklus I ……………………………………………………………  24
         Siklus II ……………………………………………………………37

BAB V  KESIMPULAN

A.  Kesimpulan.......................................................................................... 50
B.  Saran.................................................................................................... 50

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………..51
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………….. 52



TUPOKSI KEPALA SEKOLAH (Sumadi)


TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI )
KEPALA SEKOLAH

1.     Menjabarkan visi dan misi kedalam target mutu;
2.     Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
3.     Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan dan kelemahan sekolah
4.     Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu;
5.     Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah;
6.     Melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah dan harus melibatkan penyelenggara sekolah;
7.     Berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua siswa dan masyarakat;
8.     Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
9.     Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi siswa;
10.                        Bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum
11.                        Melaksanakan dan merumuskan program supervisi; serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah;
12.                        Meningkatkan mutu pendidikan
13.                        Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
14.                        Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan dan pelaksanaan visi pembelajaran dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah;
15.                        Membantu, membina dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar siswa dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;


16.                        Menjamin menajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien dan efektif;
17.                        Menjalin kerja sama dengan orang tua siswa dan masyarakat , komite sekolah, menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang seragam dan memobilisasi sumber daya masyarakat; dan
18.                        Memberi contoh / teladan / tindakan yang bertanggung jawab.




Pengawas,BS@Yahoo.com